Friday, October 03, 2014

#nowplaying you are the one-raef


I thought of this before over a million times

Who would’ve ever thought that it would be our time?
I just know it, ’cause you’re the one
It ain’t a selfish love, when I’m with you
You remind me of Allah, and so I know it’s true
I’ll just say it: you are the one


. . .

perkakas hati, kalau makin disorok usangnya makin ketara.
sebab ia punya apa yang semut tidak punya.
setiap satunya tidakkan sama apatah lagi serupa.

dan bulan malam ini tidaklah seindah purnama berlagu,
tapi untuk homosapien yang macam aku, 
 bulan malam ni such a perfect beauty.

yang bagi aku ilham untuk menconteng lagi di gelanggang perasaan kosong tak berisi ,sini.

literally.

. . .

Won’t you be my BFF (best friend forever) and ever?
Won’t you be my partner after this world?
We’ll see it, when we believe it together
Dreams are meant to be, ’cause you’re the one for me

. . .

partner, after this world.

krikk-krikk-krikk

. . .

I never thought that I would ever feel this way
I ask Allah to bless you every single day
I’ll just say it, ’cause you’re the one
And when times are tough, and we’ve got the world to see
Standing right beside you is where I want to be
I just know it: you are the one

. . .

setiap baris yang terucap dari yang namanya bibir, itu adalah ketul-ketul doa.

aku pun tak pernah sangka rupanya aku ni banat yang berperasaan. Bila every each head around aku selalu cakap

"awak ni selalu menulis ayat yang simple tapi deep"

pesan ostad zaman patpolohan dulu, masa aku risau bila kena jemput untuk bagi tazkirah dalam kelas.

"apa -apa yang datangnya dari hati, akan jatuh ke hati jua.
kalau datangnya dari nafsu, tempat jatuhnya juga nafsu."

. . .

I prayed about this just over a million times 
Who would ever thought that I could call you mine? 
I just know it, 
'cause you're the one 
And when there's gray in our hair
 and we've not much to do
 I want to spend the rest of my days with you... 
Oh don't you know it? 
You are the one, 
you are the one 
Oh won't you be the one?
. . .

aku ingat ajar emak pada aku.
di satu petang berteman nescefe menghadap bendang yang kering.

"hidup ini bagai lampu dinding,yang dinyalakan di malam hari.Apabila minyak sudah kering,ia kan pasti padam sendiri" (lagu pelita hidup-hijjaz )

emak cakap,letak mati sebagai acara untuk kita balik pada Allah. Ya, sebagai jalan untuk kita jangan lalai dengan dunia.
Kita akan terpadam, taktahu bila, taktahu dimana. Rahsia yang paling agung tu sepatunya kita kena takut. Tapi, aku dah makin susut dari pencahayaan agung tu. Dunia ni, indah sangat pada mata aku. . .


dan malam ni, lagu by raef ni buat aku leka . Terus teringat kenangan kelam malap . Dulu aku selalu rasa aku dah seriously all out bercinta kerana Allah, merindu kerana Allah. Konon. Padahal dalam hati setiap saat tekan punat fon takde pun teringat Allah. Berbohong dengan guna agama sebagai nak tutup yang jahat. Itulah aku, yang serba kosong tapi berangan konon hebat benoww.

 Alhamdulillah, i'm doned with myself. Tolonglah tarik telinga aku kalau aku lupa lagi.


"so, bila kau nak kahwin ?"
"whenever will be, will be. jangan tanya"








No comments:

Post a Comment